Tiga Taktik Datangkan Turis Ke Indonesia Lewat Bandara Gres Yogya

Posted on

Yogyakarta International Airport (Istimewa/Kementerian Perhubungan)

Kulon Progo – Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai bandara gres di Yogyakarta dibutuhkan juga sebagai gerbang masuk gres turis. Ini tiga taktik mendatangkannya.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya mempunyai 3 taktik untuk meningkatkan kunjungan wisata khususnya wisatawan mancanegara (wisman) melalui Yogyakarta International Airport (YIA). Hal itu juga untuk meningkatkan usang tinggal wisman di Joglosemar hingga 8 hari.

“Satu yaitu, branding, misalnya di luar negeri ibarat di bus, TV, branding Borobudur selalu muncul. Kedua advertising, event-event yang ada di Joglosemar (Jogja Solo Semarang) nanti kita promosikan. Ketiga selling, selling ini ada insentif, nanti bagi airlines yang terbang ke YIA ini akan kita beri insentif, misalnya kita promosikan,” katanya dikala ditemui di Bandara YIA, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (18/9/2019).

Tiga Strategi Datangkan Turis ke Indonesia Lewat Bandara Baru YogyaFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

“Misalkan kini yang ada gres dari Singapura dan Malaysia itu akan kita tambah, terutama LCCnya (low cost carrier), sebab untuk wisatawan lebih banyak LCC,” sambung Arief.

Selain 3 taktik tersebut, Arief spesifikasi YIA bisa menarik maskapai absurd untuk tiba ke Indonesia melalui YIA. Menurutnya, hal itu akan menunjang tercapainya sasaran 2 juta kunjungan wisman ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur.

“Demikian juga ada tantangan yang bisa kita jawab, dulu Emirates mau terbang ke sini pakai triple 7 belum bisa, dan akan kita tawarkan ulang itu. Karena dari spesifikasi teknis YIA terbaik di Indonesia, pesawat terbesar dan terberat pun bisa landing di YIA,” katanya.

Tiga Strategi Datangkan Turis ke Indonesia Lewat Bandara Baru Yogya(Pradito Rida Pertana/detikcom)


Tak hanya memaksimalkan spesifikasi YIA yang sangat mumpuni, Arief akan berkoordinasi dengan Dirut AP I untuk menggandeng maskapai lokal supaya mau menerbangkan wisman ke destinasi wisata di Indonesia.

“Semakin besar pesawat, semakin murah harga persatuannya, nanti jikalau pak Dirut oke ini jadi hub (penghubung). Dari sini (YIA) kita terbangkan ke destinasi wisata lainnya, sebab membawanya (pesawat) besar dari sana murah dan tinggal domestik flightnya, misal kerjasama dengan Garuda grup untuk menerbangkan (wisman) ke seluruh Indonesia,” ucap Arief.

BACA JUGA: Menteri Pariwisata: Pulau Komodo Tidak Harus Ditutup

Selain itu, Arief juga menyoroti persoalan usang tinggal wisman di DSP Candi Borobudur. Menurutnya, hal itu sebab kurangnya atraksi di tempat-tempat wisata yang berada di Jawa Tengah (Jateng) dan DIY.

“Orang (wisman) di Borobudur dan sekitarnya hanya 1,5 hari dan di Yogyakarta saja hanya 2,5 hari, itu sangat kecil dengan angka nasional yakni 8 hari tinggal. Padahal wisman itu pergari spending US$ 150, jikalau 8 hari kan bisa US$ 1200,” ucapnya.

“Karena apa? Karena kurang atraksinya, sehingga kita harus buat paket sedemikian rupa, sehingga dari 2 hari (lama tinggal) bisa meningkat 3, 4, 5, 6 hingga 8 hari. Itu bisa tercapai jikalau kita mikirnya minimal seluas Joglosemar, poinnya kita harus buat destinasi wisata terbaik di 2 provinsi (Jateng dan DIY), dihentikan ada batas-batas manajemen dalam pengembangan pariwisata sehingga alhasil usang tinggal wisman di Joglosemar bisa mencapai 8 hari,” imbuh Arief.

Simak Video “Bandara YIA di Kulon Progo Resmi Beroperasi untuk Penerbangan Komersial
[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com

CV Riffa Transport
Kantor : 0274497673
Tsel : 08112521777
Alamat: Jl Prambanan – Piyungan KM 5 Madurejo Prambanan Sleman Yogyakarta 55572