Magelang Dan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Posted on

Foto: Masaul/detikTravel

Kabupaten Magelang – Magelang kian dikenal dengan pintu Candi Borobudur. Setelahnya, kabupaten juga kota ini semakin berkembang dengan pariwisata berbasis masyarakat.

Apa maksudnya. Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Iwan Sutiarso dalam menyambut wartawan dalam program media gathering Kemenpar, Rabu (10/7/2019) kemarin.

Mula-mula, Iwan bercerita perihal sinergi pemerintah dan wartawan dalam membangun pariwisata daerah. Lalu, ia menceritakan perihal potensi-potensi yang ada di wilayahnya.

“Setidaknya ada 210 daya tarik wisata di Magelang. Akses ke sini ada 4 bandara di kota besar sekitarnya. Tahun mendatang niscaya akan ada pembangunan infrastruktur Bawen-Jogja yang melewati Magelang. Kita kebagian 2 juta atau 10 persen dr total seluruh sasaran 20 juta di tahun ini,” kata ia mengawali sambutannya di Mesastila Resort and Spa Magelang.

Magelang dan Pariwisata Berbasis MasyarakatFoto: Masaul/detikTravel

Lebih lanjut, ia menyebut Candi Borobudur yang jadi awal mula pengembangan pariwisata. Pariwisata itu dinilainya sebagai pariwisata berbasis kerakyatan alasannya yaitu tugas serta masyarakat sangat besar di dalamnya.

“Kita dapat lihat Borobudur dan merasakannya tak hanya ke sana langsung. Kamu dapat melihatnya dengan tiba ke Punthuk Setumbu sampai Gereja ayam. Itulah pengembangan pariwisata Magelang yang berbasis masyarakat,” tegas Iwan.

“Karena dari situ ada peluang kerja dan masyarakat dapat berusaha,” imbuh dia.

BACA JUGA: Ini Lho Jembatan Jokowi Yang Ngehits di Magelang

Tak hanya itu, pengembangan pariwisata Magelang juga merambah ke wisata alam sampai budaya. Ada pula sport tourism berskala internasional di sini.

“Kita cintai alam ini kita perhatikan. Lalu ada ribuan orang ke Sungai Elo untuk bermain rafting. Kita bikin pula Festival Kali Elo. Berkembang lagi ke Jeep jurang Jero. Down Hill di lereng Merapi sampai adanya VW Wisata,” urai Iwan.

“Pemberdayaan masyarakat alasannya yaitu mereka dapat memanfaatkan peluang dengan menyebabkan rumahnya sebagai homestay. Itulah pariwisata ekonomi kerakyatan,” imbuh ia menegaskan.

Magelang dan Pariwisata Berbasis MasyarakatFoto: Masaul/detikTravel

Sebanyak 14 candi ada di wilayah Magelang. Kata Iwan, beberapa di antaranya belum dimanfaatkan sama sekali.

Ada pula pegiat atau guide lokal dalam acara media gathering Kemenpar bersama Pemkab Magelang kali ini. Mereka ingin memberi tahu bahwa ada perjuangan serius untuk memajukan wisata di sini.

Tunggu di artikel selanjutnya ya!

Simak Video “Menggoda! Pedasnya Ikan ‘Mangut Beong’ Khas Magelang
[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com

CV Riffa Transport
Kantor : 0274497673
Tsel : 08112521777
Alamat: Jl Prambanan – Piyungan KM 5 Madurejo Prambanan Sleman Yogyakarta 55572